Gagal Perencanaan, Proyek Peternakan Ayam Petelur Desa Pungguk Pedaro Diduga Rugikan Negara

Lebong–Dinamikabengkulu.com–Pungguk Pedaro — Program ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah Desa Pungguk Pedaro, Kecamatan Bingin kuning kabupaten Lebong , menuai sorotan publik. Proyek peternakan ayam petelur yang menelan anggaran Dana Desa ratusan juta rupiah itu diduga gagal perencanaan, sehingga menyebabkan banyak ayam mati dan terancam tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari penelusuran awak media di lokasi, terlihat kandang ayam yang baru dibangun justru tidak berfungsi optimal. Kondisi kandang yang panas, lembab, dan minim sirkulasi udara diduga menjadi penyebab utama kematian ayam secara massal.

Seorang sumber terpercaya berinisial H45 mengungkapkan, sejak awal pembangunan, pihak konsultan sudah memberikan petunjuk teknis terkait standar kandang ayam petelur. Namun, arahan tersebut diduga tidak diikuti dengan baik oleh pihak pelaksana desa.

“Kandang ayam ini terlalu rendah, kurang tinggi, Pak. Akibatnya ayam kepanasan dan banyak yang mati. Padahal sudah ada petunjuk dari konsultan. Ini jelas gagal perencanaan sehingga negara dirugikan,” ujar H45 kepada awak media.

Menurutnya, pembangunan kandang yang tidak sesuai spesifikasi bukanlah satu-satunya masalah. Ia menduga ada praktik mencari keuntungan pribadi dalam proyek tersebut, sehingga kualitas pekerjaan diabaikan.

“Bagaimana tidak, Kepala Desa diduga hanya memikirkan keuntungan. Apa saja dilakukan asal ada keuntungan dari program ketahanan pangan ini, Pak. Bukan hanya ayam petelur saja yang gagal, banyak pekerjaan fisik lain juga sudah rusak,” tambahnya.

Dugaan penyimpangan di Desa Pungguk Pedaro tidak berhenti pada proyek peternakan ayam petelur. Informasi yang dihimpun menyebutkan sejumlah proyek fisik lain yang dibiayai Dana Desa juga mengalami kerusakan meski belum lama dibangun.

Warga desa juga mengeluhkan insentif yang seharusnya disalurkan kepada kelompok penerima manfaat diduga belum dibayarkan secara penuh. Kondisi ini menambah daftar panjang masalah pengelolaan Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai kasus ini perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan instansi terkait. Mereka mendesak adanya audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa, termasuk proyek ketahanan pangan yang kini terancam gagal total.

“Kalau benar ada penyimpangan, ini tidak bisa dibiarkan. Dana Desa itu uang rakyat. Jangan sampai program yang seharusnya membantu masyarakat malah hanya menjadi lahan keuntungan oknum tertentu,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Pungguk Pedaro belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan kegagalan proyek dan kematian ayam tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa dan pihak-pihak terkait lainnya.
[Rio Adiwijaya ST]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *