Warga Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Dana Desa Tambang Saweak Tahun 2023–2025

Lebong — Dinamikabengkulu.com--Sejumlah warga Desa Tambang Saweak, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, menyampaikan dugaan ketidakwajaran dalam pengelolaan Dana Desa (DD) pada tahun anggaran 2023 hingga 2025. Dugaan tersebut mencakup kegiatan fisik dan nonfisik yang dinilai tidak transparan, serta sejumlah program yang dinilai tidak sesuai dengan alokasi anggaran.

Seorang warga berinisial MH (45) mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir, beberapa kegiatan pemberdayaan masyarakat diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Ada banyak kejanggalan. Misalnya dana pemberdayaan perempuan yang menurut warga belum disalurkan, lalu insentif posyandu, biaya pelatihan, dan kegiatan pemberdayaan lainnya. Nominalnya mencapai ratusan juta dalam tiga tahun. Warga mempertanyakan ke mana realisasinya,” ujar MH, Senin ,05/12/25.

MH juga menyoroti pengadaan seragam desa yang menurutnya menghabiskan anggaran cukup besar selama tiga tahun berturut-turut. Ia menilai proses tersebut perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaian antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan realisasi di lapangan.

Sorotan pada Program BUMDes Tahun 2025

Pada tahun anggaran 2025, pemerintah desa meluncurkan program BUMDes bidang peternakan ayam petelur yang disebut bernilai sekitar Rp200 juta. Namun, warga menilai pengadaan tersebut tidak sesuai spesifikasi.

Menurut MH, ayam yang diterima warga masih berumur sekitar satu minggu, berbeda dengan spesifikasi RAB yang disebut-sebut mensyaratkan ayam siap produksi.

“Kalau ayamnya masih anak-anak, bagaimana bisa bertelur? Ini tidak sesuai spek. Kandang ayamnya juga tidak memenuhi standar seperti dalam RAB,” tambah MH.

Warga Minta Pemerintah Daerah Turun Tangan

Warga berharap pemerintah daerah melalui Inspektorat Lebong dapat melakukan audit untuk memastikan penggunaan Dana Desa berjalan transparan dan akuntabel.

“Kami tidak ingin menuduh siapa pun. Kami hanya ingin ada pemeriksaan agar semuanya jelas dan sesuai aturan,” kata MH.

Pemerintah Desa Belum Memberikan Keterangan

Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah Desa Tambang Saweak belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan ketidakwajaran yang disampaikan warga. Upaya konfirmasi oleh awak media masih terus dilakukan.[ Rio Adiwijaya ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *